Rabu, 05 Desember 2012

Yuk, Melongok Sejarah Perkembangan Game Elektronik!

Siapa yang tak kenal dengan video game? Video game elektronik, baik yang berjenis arcade maupun portable, dari dulu hingga kini banyak digemari berbagai kalangan, tak hanya anak-anak namun juga orang dewasa!
Magnavox OdisseyMagnavox OdisseyJika dua puluhan tahun lalu kita banyak menjumpai game elektronik jenis arcade di pusat-pusat hiburan maupun di pasar swalayan (yang disini lebih dikenal dengan sebutan game Ding-Dong), kini game-game arcade tersebut telah banyak berkembang dan lebih variatif, dan dapat dijumpai di pusat hiburan keluarga di mal-mal dan plaza yang tersebar di seantero negeri. Game jenis portable pun semakin canggih; jika dulu kita mengenal game watch (game mini berbentuk kotak tipis yang juga bisa berfungsi sebagai alarm) atawa game Atari yang mengasyikkan, kini game portable semakin seru dengan hadirnya Microsoft Xbox 360, PlayStation3, hingga Nintendo Wii dan 3DS yang canggih.
Awalnya, video game berawal dari pengembangan tabung sinar katoda yang terdapat dalam sistem peluru pertahanan pada akhir Perang Dunia II. Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam bentuk permainan sederhana.
Computer Space CabinetComputer Space CabinetPada 1947 Thomas Toliver Goldsmith Jr dan Estle Ray Mann menciptakan permainan simulator rudal Cathode Ray Tube Device Amusement. Permainan ini terinspirasi dari kecanggihan radar Perang Dunia II. Inilah game elektronik pertama yang tercatat dalam sejarah. Meski memiliki unsur permainan, game ini tidaklah populer. Penggunaannya terbatas untuk kepentingan simulasi latihan militer belaka. Tampilannya pun masih sederhana; belum berwarna dan hanya mengeluarkan suara tat-tit-tut.
Tahun 1952, AS Douglas membuat game tic tac toe yang ditampilkan dalam sebuah tabung vakum computer. Kemudian tahun 1958, Willy Higginbotham membuat game Tennis for Two yang berjalan di osiloskop yang terhubung ke analog Donner computer. Tahun 1961 – 1962, game Space War dikembangkan di MIT menggunakan grafik vektor di PDP-1.
Barulah pada medio 1970-an, game elektronik bisa dinikmati di rumah-rumah. Adalah Ralph Baer, seorang Jerman berdarah Yahudi, yang mendesain video game rumahan pertama dengan prototipe bernama The Brown Box.
FamicomFamicomPrototipe Baer kemudian dirilis ke pasar dengan nama Magnafox Odyssey. Produk ini berisi 16 game built-in yang dapat digonti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Ralph Baer kemudian tercatat sebagai “bapak game dunia”. Popularitas video game kian menanjak ketika pengusaha Nolan Bushnell mendesain mesin game koin (arcade) pertama di dunia bernama Computer Space atau yang di Indonesia populer dengan sebutan Ding-Dong. Bushnell kemudian membuat game simulasi ping-pong yang diberi nama Pong. Game ini laku keras di pasaran; hampir setiap keluarga di Amerika bermimpi bisa membeli game ini. “Selama puluhan tahun, orang Amerika lebih banyak menghabiskan uangnya untuk sistem video game rumahan dan di tempat-tempat permainan Ding-Dong daripada untuk menonton film atau musik –jumlah totalnya mencapai lebih dari sebelas milyar dolar,” tulis Roger Fidler dalam Mediamorfosis.
Setelah itu, Bushnell meluncurkan Atari 2600, video game pertama yang berbasis konsol, lalu Atari 7800 yang disebut-sebut sebagai pelopor penggunaan joystick.
Microsoft Xbox 360Microsoft Xbox 360Tapi semua kejayaan itu tak bertahan lama. Pasar mulai jemu; angka penjualan merosot. Sebagian perusahaan video game Amerika beralih ke bisnis komputer lain atau bangkrut. Namun, di saat ‘genting’ itulah muncul pendatang baru dari Jepang, Nintendo, yang menggebrak pasar video game dunia dengan merilis Famicom. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk kali pertama. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Famicom melakukan ekspansi pasar ke Amerika. “Pada 1989, Nintendo mengendalikan 80 persen pasar video game Amerika. Bahkan pada 1990-an, satu dari setiap lima rumah tangga di Amerika memiliki perangkat permainan Nintendo,” tulis Fidler. Perusahaan game SEGA sempat memberi perlawanan sengit melalui game Sonic The Hedhog. Sayangnya, perusahaan ini sering kalah cepat dalam pengembangan game ketimbang Nintendo. Namun, penantang serius Nintendo akhirnya muncul pada 1994. Sony, perusahaan elektronik terkemuka, merilis Sony Playstation (PSX), konsol game berbasis CD. PSX terjual hingga ratusan juta unit. Sony bahkan kian merajalela melalui PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD.
Namun, November 2005 Microsoft datang dengan Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD. Dengan segudang fitur istimewa, Xbox 360 menarik banyak penggemar game. Tak mau kalah, Nintendo meluncurkan terobosannya, Nintendo Wii. Dengan inovasi pada stik kontrol mereka yang motion-sensitive, Nintendo kembali mengambil-alih pasar video game. Sony pun merilis Playstation3. Bahkan, Apple pun dikabarkan akan turut serta ‘terjun’ ke produk game elektronik. Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan game terkemuka tersebut seakan terus berlomba-lomba menarik penggemar game untuk memainkan produk mereka. **MS/dari berbagai sumber

Jumat, 16 November 2012

BUKITTINGGI KOTA 1000 WARNA



Bukittinggi merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Sumatera Barat.Kota ini luas wilayahnya tidak begitu luas, tapi mempunyai berbagai keunikan dan keindahan.Hal ini terbukti dengan Kota Bukittinggi sering disebut kota wisata oleh wisatawan dalam negri/ mancanegara.

Berikut ini beberapa tempat wisata terkenal di Bukittinggi.Pertama JAM GADANG.Jam Gadang merupakan simbol kota Bukittinggi di mata dunia.Hal lain yang ditawarkan dari Jam Gadang adalah kita bisa menyaksikan seluruh pemandangan kota Bukittinggi jika kita naik ke lantai teratas Jam Gadang tersebut.
Kedua adalah NGARAI SIANOK.Tempat ini merupakan suatu tempat wisata yang terbentuk secara alamiah karna adanya aktifitas gunung api pada masa dulunya.Selain itu Ngarai Sianok juga menawarkan panorama yang menarik hal ini terbukti dengan terpilihnya Ngarai Sianok sebagai lokasi syuting film "MERANTAU" yang mana film ini merupakan film box office di Indonesia.

Selain yang dua di atas Bukittinggi juga mempunyai tempat wisata lain seperti Lubang Japang, Kebun Binatang Kinantan dan sebagainya.Maka jika kamu memiliki jiwa petualang dan cinta alam maka kamu harus datang ke Bukittingii dan rasakan sensasinya.