Siapa yang tak kenal dengan
video game? Video game elektronik, baik yang berjenis arcade maupun
portable, dari dulu hingga kini banyak digemari berbagai kalangan, tak
hanya anak-anak namun juga orang dewasa!
Magnavox OdisseyJika dua puluhan tahun lalu kita banyak menjumpai game elektronik jenis
arcade di pusat-pusat hiburan maupun di pasar swalayan (yang disini lebih dikenal dengan sebutan game
Ding-Dong), kini game-game
arcade
tersebut telah banyak berkembang dan lebih variatif, dan dapat dijumpai
di pusat hiburan keluarga di mal-mal dan plaza yang tersebar di
seantero negeri. Game jenis
portable pun semakin canggih; jika dulu kita mengenal
game watch (game mini berbentuk kotak tipis yang juga bisa berfungsi sebagai alarm) atawa game Atari yang mengasyikkan, kini game
portable semakin seru dengan hadirnya Microsoft Xbox 360, PlayStation3, hingga Nintendo Wii dan 3DS yang canggih.
Awalnya, video game berawal dari pengembangan tabung sinar katoda
yang terdapat dalam sistem peluru pertahanan pada akhir Perang Dunia II.
Program-program ini kemudian diadaptasi ke dalam bentuk permainan
sederhana.
Computer Space CabinetPada 1947 Thomas Toliver Goldsmith Jr dan Estle Ray Mann menciptakan permainan simulator rudal
Cathode Ray Tube Device Amusement. Permainan ini terinspirasi dari kecanggihan radar Perang Dunia II.
Inilah game elektronik pertama yang tercatat dalam sejarah.
Meski memiliki unsur permainan, game ini tidaklah populer.
Penggunaannya terbatas untuk kepentingan simulasi latihan militer
belaka. Tampilannya pun masih sederhana; belum berwarna dan hanya
mengeluarkan suara
tat-tit-tut.
Tahun 1952, AS Douglas membuat game
tic tac toe yang ditampilkan dalam sebuah tabung vakum computer. Kemudian tahun 1958, Willy Higginbotham membuat game
Tennis for Two yang berjalan di osiloskop yang terhubung ke analog
Donner computer. Tahun 1961 – 1962, game
Space War dikembangkan di MIT menggunakan grafik vektor di PDP-1.
Barulah pada medio 1970-an, game elektronik bisa dinikmati di
rumah-rumah. Adalah Ralph Baer, seorang Jerman berdarah Yahudi, yang
mendesain video game rumahan pertama dengan prototipe bernama
The Brown Box.
FamicomPrototipe Baer kemudian dirilis ke pasar dengan nama
Magnafox Odyssey. Produk ini berisi 16 game
built-in yang dapat digonti-ganti dengan menggunakan sebuah
switch.
Ralph Baer kemudian tercatat sebagai “bapak game dunia”. Popularitas
video game kian menanjak ketika pengusaha Nolan Bushnell mendesain mesin
game koin (
arcade) pertama di dunia bernama
Computer Space atau yang di Indonesia populer dengan sebutan
Ding-Dong. Bushnell kemudian membuat game simulasi ping-pong yang diberi nama
Pong.
Game ini laku keras di pasaran; hampir setiap keluarga di Amerika
bermimpi bisa membeli game ini. “Selama puluhan tahun, orang Amerika
lebih banyak menghabiskan uangnya untuk sistem video game rumahan dan di
tempat-tempat permainan
Ding-Dong daripada untuk menonton film atau musik –jumlah totalnya mencapai lebih dari sebelas milyar dolar,” tulis Roger Fidler dalam
Mediamorfosis.
Setelah itu, Bushnell meluncurkan Atari 2600, video game pertama yang
berbasis konsol, lalu Atari 7800 yang disebut-sebut sebagai pelopor
penggunaan
joystick.
Microsoft Xbox 360Tapi
semua kejayaan itu tak bertahan lama. Pasar mulai jemu; angka penjualan
merosot. Sebagian perusahaan video game Amerika beralih ke bisnis
komputer lain atau bangkrut. Namun, di saat ‘genting’ itulah muncul
pendatang baru dari Jepang, Nintendo, yang menggebrak pasar video game
dunia dengan merilis
Famicom. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk kali pertama. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang,
Famicom
melakukan ekspansi pasar ke Amerika. “Pada 1989, Nintendo mengendalikan
80 persen pasar video game Amerika. Bahkan pada 1990-an, satu dari
setiap lima rumah tangga di Amerika memiliki perangkat permainan
Nintendo,” tulis Fidler. Perusahaan game SEGA sempat memberi perlawanan
sengit melalui game
Sonic The Hedhog. Sayangnya, perusahaan ini
sering kalah cepat dalam pengembangan game ketimbang Nintendo. Namun,
penantang serius Nintendo akhirnya muncul pada 1994. Sony, perusahaan
elektronik terkemuka, merilis Sony Playstation (PSX), konsol game
berbasis CD. PSX terjual hingga ratusan juta unit. Sony bahkan kian
merajalela melalui PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD.
Namun, November 2005 Microsoft datang dengan Xbox 360, konsol
generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD. Dengan segudang fitur
istimewa, Xbox 360 menarik banyak penggemar game. Tak mau kalah,
Nintendo meluncurkan terobosannya, Nintendo Wii. Dengan inovasi pada
stik kontrol mereka yang
motion-sensitive, Nintendo kembali
mengambil-alih pasar video game. Sony pun merilis Playstation3. Bahkan,
Apple pun dikabarkan akan turut serta ‘terjun’ ke produk game
elektronik. Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan game terkemuka
tersebut seakan terus berlomba-lomba menarik penggemar game untuk
memainkan produk mereka. **MS/dari berbagai sumber